Tinjau Huntara Di Desa Sobo, BNPB Pastikan Pembangunan Sesuai Kebutuhan
TechnologyIndonesia.id – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dilakukan secara bertahap. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung perkembangan pembangunan huntara di Desa Sobo, Kecamatan Golewa Barat, Rabu (30/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan sekaligus memastikan penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Di Desa Sobo, Suharyanto meninjau lima unit huntara yang menjadi bagian dari penanganan hunian bagi masyarakat terdampak. Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pembangunan serta kesiapan hunian yang akan digunakan selama masa transisi menuju pemulihan.
Suharyanto mengatakan pembangunan huntara dilakukan secara bertahap. Unit yang telah selesai dapat segera dimanfaatkan, sedangkan pembangunan unit lainnya terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi lokasi dan kebutuhan masyarakat.
“Untuk huntara ini dibangun secara bertahap. Yang sudah selesai dapat ditempati, sementara yang masih dalam proses kita percepat penyelesaiannya,” ujar Suharyanto.
Ia menjelaskan bahwa kondisi setiap lokasi terdampak tidak sepenuhnya sama. Karena itu, pelaksanaan pembangunan perlu menyesuaikan kebutuhan di lapangan dengan tetap memperhatikan ketentuan dan standar teknis yang berlaku.
“Pembangunan huntara menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan standar teknis yang berlaku,” kata Suharyanto.
Bagi masyarakat dengan rumah rusak berat, BNPB menyediakan pilihan tempat tinggal sementara berupa Dana Tunggu Hunian (DTH) atau huntara sebelum memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemutakhiran data penerima manfaat terus dilakukan bersama pemerintah daerah untuk memastikan penanganan sesuai kondisi masyarakat terdampak.
Di Kabupaten Ngada, perkembangan pembangunan huntara terus berjalan. Berdasarkan data BNPB (28/9/2026), sebanyak enam unit huntara mandiri telah selesai dibangun, terdiri atas empat unit di Kecamatan Aimere, satu unit di Kecamatan Riung, dan satu unit di Kecamatan Wolomeze. BNPB juga telah menyelesaikan lima unit huntara insitu, sedangkan 272 unit lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Pelaksanaan pembangunan mempertimbangkan kondisi geografis dan sebaran lokasi masyarakat terdampak. Koordinasi antara BNPB, pemerintah daerah, pelaksana pembangunan, dan masyarakat terus dilakukan agar pembangunan huntara dapat berjalan sesuai kondisi masing-masing wilayah.
Sebelum pembangunan dilaksanakan, penentuan lokasi dan penerima manfaat dilakukan melalui pendataan serta verifikasi bersama pemerintah daerah. Tahapan tersebut diperlukan agar penyediaan huntara sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Peninjauan di Desa Sobo menjadi bagian dari rangkaian penanganan hunian bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Ngada. Pembangunan huntara selanjutnya terus dilanjutkan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Average Rating