BNPB Semai 1.600 Kg Dry Ice Untuk Kurangi Asap Karhutla Di Sumsel
TechnologyIndonesia.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan uji coba operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan dry ice atau es kering untuk mengurangi konsentrasi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel). Dalam penerbangan perdana pada Kamis (15/10/2026), BNPB menyemai total 1.600 kilogram dry ice melalui dua sorti penerbangan.
Metode penyemaian dry ice merupakan metode modifikasi atmosfer yang ditujukan untuk mengurangi konsentrasi asap/polusi. Pada kondisi karhutla, asap yang pekat dapat terperangkap di lapisan atmosfer akibat adanya lapisan inversi.
Dalam kondisi normal, suhu udara cenderung semakin rendah di lapisan atmosfer yang semakin tinggi. Namun pada lapisan inversi, kondisi tersebut berubah sehingga atmosfer menjadi relatif stabil dan asap sulit bergerak naik.
Metode ini ditujukan untuk membantu melabilkan atmosfer sehingga asap karhutla yang terperangkap akibat lapisan inversi dapat bergerak naik dan menyebar, sehingga konsentrasinya berkurang dan visibility meningkat.
Berbeda dengan material Natrium Klorida (NaCl) yang sering digunakan pada OMC hujan berwujud serbuk halus, material dry ice berbentuk seperti powder/butiran berukuran sekitar tiga milimeter. Ia memiliki titik dingin sekitar -75 derajat celcius.
Tidak Bergantung Ketersediaan Awan Hujan
Untuk mendukung operasi, BNPB mengerahkan satu armada Cesna Caravan dengan registrasi PK-SNP. Pada pelaksanaan awal, dua sorti penerbangan telah dilakukan dengan penyemaian pada ketinggian sekitar 4.500 feet.
Masing-masing sortie membawa bahan semai seberat 800 kilogram. Pesawat diterbangkan dari Bandar Udara Raden Inten II di Lampung.
Penyemaian difokuskan di wilayah sekitaran ring satu Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II untuk mengurai mobilitas penerbangan di wilayah Sumatra Selatan.
Laporan sementara menunjukkan peningkatan visibility di sekitar wilayah penyemaian, yang semula terpantau dikisaran 650 meter menjadi 2.800 meter.
Uji coba OMC dry ice akan dilaksanakan hingga 18 Oktober 2026. Setelahnya akan dilakukan evaluasi dan komunikasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk dikembangkan atau diterapkan di wilayah terdampak karhutla lainnya.
About Post Author
Redaksi
Next post
Bendung Penipuan Deepfake, Wamen Nezar Patria Dorong Penerapan Jejak Keaslian Dalam Konten
More Stories
Usai Dilantik Presiden, Kepala BPGMN Fokus Tekan Karhutla Dan Pulihkan Ekosistem Gambut
TechnologyIndonesia.id – Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) akan memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di...
Presiden Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Sebagai Kepala BNPB Yang Baru
TechnologyIndonesia.id – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Letjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han) sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana...
Bendung Penipuan Deepfake, Wamen Nezar Patria Dorong Penerapan Jejak Keaslian Dalam Konten
TechnologyIndonesia.id – Kemajuan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) membuat manipulasi wajah dan suara semakin sulit dibedakan dari aslinya. Kondisi...
BNPB: InaRISK Harus Jadi Dasar Aksi Nyata Pengurangan Risiko Bencana
TechnologyIndonesia.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong pemanfaatan platform InaRISK sebagai dasar pengambilan keputusan dan aksi nyata dalam pengurangan...
PLN Alirkan Listrik 865 kVA untuk Tiga SPKLU _Ultrafast Charging_ Wuling Arista Ciledug
Simulasi penggunaan mesin SPKLU Ultrafast Charging 200 kW yang kini siap melayani pengisian daya cepat kendaraan listrik.Jakarta, 15 Oktober 2026...
NVIDIA Gelar RTX AI PC Day Di UPH, Dorong Mahasiswa Kembangkan Inovasi Berbasis AI
TechnologyIndonesia.id – NVIDIA bersama Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci dan sejumlah mitra produsen desktop serta laptop menggelar RTX AI PC...

Average Rating