PPN Pengambengan Bali Dikembangkan Jadi Pelabuhan Perikanan Kelas Dunia

Read Time:3 Minute, 3 Second

TechnologyIndonesia.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mengembangkan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana, Bali, menjadi pelabuhan perikanan berkelas dunia. Pengembangan tersebut ditandai dengan groundbreaking proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Market Phase I yang dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Selasa (29/9/2026).

Proyek ini dirancang tidak sekadar memperluas fasilitas pelabuhan. PPN Pengambengan akan dikembangkan menjadi kawasan perikanan terpadu yang menghubungkan kegiatan penangkapan ikan, pendaratan, pengolahan, pemasaran, hingga distribusi hasil perikanan ke pasar global.

Menteri Trenggono mengatakan, proses menuju pembangunan tersebut membutuhkan perencanaan cukup panjang. Salah satu tantangannya adalah memastikan pengembangan pelabuhan memperoleh dukungan pendanaan sekaligus melibatkan pelaku usaha dan masyarakat nelayan.

Menurutnya, pembangunan juga harus mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh pelaku perikanan, baik skala kecil maupun besar, termasuk nelayan tradisional yang selama ini beraktivitas di kawasan setempat.

Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir

Selama ini PPN Pengambengan lebih banyak berfungsi sebagai fasilitas pelayanan kepelabuhanan. Melalui proyek modernisasi, fungsi tersebut akan diperluas dengan mengintegrasikan pelabuhan dengan industri pengolahan, pemasaran, serta distribusi hasil perikanan. Jenis ikan yang didaratkan juga ditargetkan semakin beragam, termasuk komoditas tuna.

Konsep pembangunan dan operasional pelabuhan dirancang dengan memperhatikan aspek lingkungan. Di sisi lain, kawasan tersebut juga memiliki peluang dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata baru di wilayah barat Pulau Bali.

“Pembangunan ini selain untuk pengembangan ekonomi, harapannya menjadi tempat yang mengombinasikan industri perikanan modern dan pariwisata, sehingga membawa peluang yang baik untuk masa depan Bali,” ujar Menteri Trenggono dalam acara Groundbreaking PPN Pengambengan di Jembrana, Selasa (29/9/2026).

Dengan konsep tersebut, modernisasi PPN Pengambengan diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi perikanan, tetapi juga menciptakan ekosistem baru yang menghubungkan sektor perikanan, industri, perdagangan, dan pariwisata.

Salah satu perubahan terbesar dalam proyek ini adalah perluasan kawasan pelabuhan. Luas kawasan PPN Pengambengan yang sebelumnya sekitar 13,5 hektare akan diperbesar menjadi 49,3 hektare. Sementara itu, luas kolam pelabuhan meningkat dari 24 hektare menjadi 88,3 hektare.

Kapasitas pelabuhan juga ditingkatkan. Jika sebelumnya mampu menampung sekitar 1.273 kapal, setelah pengembangan kapasitasnya ditargetkan mencapai 1.600 kapal. Dengan perluasan kolam labuh ini, PPN Pengambengan nantinya siap menampung kapal-kapal perikanan bertonase besar dari Pelabuhan Benoa.

Tingkatkan Produktivitas

Modernisasi infrastruktur juga diharapkan meningkatkan produktivitas PPN Pengambengan secara signifikan. Volume pendaratan ikan ditargetkan meningkat dari sekitar 61.300 ton per tahun menjadi 124.000 ton per tahun. Peningkatan aktivitas tersebut turut berpotensi mendorong penerimaan negara.

KKP memproyeksikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari PPN Pengambengan dapat mencapai sekitar Rp104 miliar per tahun, naik dari posisi saat ini sekitar Rp48 miliar per tahun. Jumlah tenaga kerja yang berhasil terserap pun tak tanggung-tanggung jumlahnya sekitar 25.000 orang, atau naik hampir tiga kali lipat dari jumlah pekerja saat ini.

Pengembangan PPN Pengambengan diproyeksikan selesai akhir tahun 2029 dengan nilai kontrak mencapai Rp1,27 triliun, dukungan Islamic Development Bank (IsDB). Selain Pengambengan, program modernisasi pelabuhan perikanan juga sedang berjalan PPN Kejawanan di Cirebon.

Perwakilan IsDB, Anisa Pratiwi, mengatakan pengembangan pelabuhan perikanan sejalan dengan upaya Indonesia mendorong ekonomi biru yang produktif dan berkelanjutan.

“Pengembangan pelabuhan sangat sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk mendorong ekonomi biru yang produktif dan berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan sekaligus menjaga keberlanjutannya bagi generasi mendatang,” ungkap Anisa.

Ia berharap pengembangan PPN di Cirebon maupun Pengambengan dapat semakin membuka potensi sektor perikanan Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster memastikan dukungan pemerintah provinsi dan daerah terhadap pengembangan PPN Pengambengan. Modernisasi fasilitas perikanan dan peningkatan layanan di PPN Pengambengan menurutnya, sejalan dengan strategi Pemprov Bali untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya dari sektor maritim.

“Ini program luar biasa, pertama dan terbesar di Indonesia, yang akan meningkatkan nilai ekonomi Bali, meningkatkan kesejahteraan para nelayan, bahkan perikanan dari hulu sampai hilir,” terangnya.

Source link

About Post Author

Redaksi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Maksegara Jadi Kawasan Konservasi, KKP Lindungi Terumbu Karang Dan Dugong
Next post Belajar Dari India, Indonesia Siapkan ‘Rel Digital’ Layanan Publik