TrendAI Dan NVIDIA Perkuat Keamanan Agentic AI Untuk Perusahaan

Read Time:3 Minute, 51 Second

TechnologyIndonesia.id – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) otonom mendorong perusahaan untuk meningkatkan sistem keamanan sebelum teknologi tersebut diterapkan secara luas. Menjawab kebutuhan ini, TrendAI memperluas perlindungan NVIDIA Agent Safety Platform melalui integrasi intelijen ancaman, pemantauan aktivitas, serta deteksi dan respons keamanan berbasis hardware.

Langkah tersebut menggabungkan kemampuan TrendAI Vision One dengan teknologi NVIDIA BlueField Data Processing Unit (DPU) dan NVIDIA DOCA. Integrasi ini dirancang untuk membantu perusahaan mengelola risiko ketika agen AI beralih dari tahap uji coba menuju penerapan di lingkungan produksi.

TrendAI, pemimpin global dalam keamanan AI sekaligus unit bisnis dari Trend Micro Incorporated, hari ini mengumumkan dukungannya terhadap NVIDIA Agent Safety Platform, yaitu infrastruktur full-stack dari NVIDIA untuk menjalankan agen AI otonom secara aman dalam skala enterprise.

Seiring langkah berbagai organisasi dalam mengimplementasikan agen AI otonom ke fase produksi, TrendAI dan NVIDIA memegang prinsip yang sama: tidak ada satu kontrol tunggal yang sanggup menjamin keamanan agen AI. Keamanan harus dibangun secara menyeluruh pada setiap lapisan yang menopang operasional agen tersebut.
 
Agen AI terdiri atas tiga komponen inti: model yang berfungsi untuk bernalar, harness yang mengorkestrasi agen beserta sub-agennya, serta tool dan data yang dapat diakses oleh agen tersebut.

Kombinasi ketiga komponen ini memungkinkan agen menyimpan kredensial, mengingat konteks lintas sesi, serta mengeksekusi tindakan pada sistem produksi tanpa perlu persetujuan manusia di setiap langkahnya.

Seiring langkah enterprise memperluas penerapan dari sekadar proyek uji coba menjadi penyebaran agen AI secara masif di berbagai tim dan unit bisnis, keamanan kini menjadi kontrol krusial yang sering kali menjadi faktor penentu apakah agentic AI siap diimplementasikan ke fase produksi.
 
NVIDIA Agent Safety Platform menempatkan kontrol utama pada infrastruktur di bawah lapisan agen. Menurut NVIDIA, OpenShell menerapkan kebijakan di luar lingkungan eksekusi agen sehingga tidak dapat dimanipulasi lewat prompting maupun dilompati (bypassed), sementara NVIDIA BlueField-4 DPU dan NVIDIA DOCA menambahkan lapisan keamanan independen pada tingkat silikon.

TrendAI melengkapi lapisan penegakan tersebut dengan intelijen yang menentukan arah kebijakan, visibilitas untuk memantau aktivitas agen, serta kemampuan deteksi dan respons ancaman untuk mengeksekusi tindakan penanganan.

Chief Platform and Business Officer, Head of TrendAI, Rachel Jin mengatakan bahwa Agentic AI merupakan pergeseran terpenting dalam teknologi enterprise dalam satu generasi terakhir, sehingga kebutuhan keamanan dan guardrail sangat krusial untuk memastikan agen AI tetap selaras dengan tujuan organisasi.

“Keamanan tidak bisa hanya berfokus di satu titik, melainkan harus mencakup model, harness, serta setiap tool dan sumber data yang diakses oleh agen,” ujar Rachel.

Menurutnya, NVIDIA membangun batasan yang menentukan apa yang dapat dilakukan oleh agen, sementara TrendAI menghadirkan threat intelligence dan pengawasan untuk membantu tim keamanan menentukan batasan tersebut serta memantau aktivitas di dalamnya.

“Bersama-sama, kami memberikan jalur praktis bagi berbagai organisasi untuk memperluas skala agentic AI secara aman,” imbuhnya.

Country Manager TrendAI Indonesia, Fetra Syahbana menyampaikan bahwa seiring langkah enterprise di Indonesia yang kian pesat bertransisi dari proyek uji coba ke penerapan agen AI otonom di fase produksi, faktor keamanan tidak boleh lagi sekadar menjadi pertimbangan belakangan.

“Kemitraan kami bersama NVIDIA untuk melindungi setiap lapisan AI factory — mulai dari perangkat keras silikon hingga tool yang diakses oleh agen — memberikan keyakinan bagi organisasi lokal untuk memperluas skala agentic AI secara aman,” ujar Fetra.

Didukung oleh local instance TrendAI Vision One, lanjutnya, enterprise di Indonesia kini dapat mengimplementasikan sistem perlindungan berbasis hardware ini dengan jaminan data residency di dalam negeri secara penuh, membantu tim manajemen risiko dan kepatuhan berinovasi tanpa ragu sembari tetap memenuhi ekspektasi regulasi lokal.
 
Cara TrendAI Dukung NVIDIA Agent Safety Platform
 
TrendAI Vision One memperluas sistem perlindungan agen milik NVIDIA ke seluruh ekosistem AI factory, mencakup agen, model, container, storage, hingga jaringan dalam satu platform terpadu:
 
– Perlindungan model. Inspeksi inline terhadap prompt dan respons mampu memblokir prompt injection serta jailbreak, sekaligus menyensor data sensitif sebelum terjadi kebocoran.
 
– Tata kelola harness dan tool. Tim keamanan memegang kendali atas tool dan server MCP yang dapat diakses oleh agen, menginspeksi setiap pemanggilan tool, serta menganalisis perilaku skill dan artefak AI saat berjalan (runtime).
 
– Kontrol data dan identitas. TrendAI Vision One menemukan dan mengklasifikasikan data sensitif yang menjadi masukan bagi AI, mencegah agen mengakses data di luar wewenangnya, memperluas keamanan berkas serta pencegahan kebocoran data (data loss prevention) pada berkas yang dibaca maupun ditulis oleh agen, serta mencabut hak akses berlebih dari agen dan identitas non-manusia lainnya.
 
– Deteksi dan respons berbasis hardware. Memanfaatkan telemetri NVIDIA BlueField DPU dan DOCA, deteksi TrendAI Vision One tetap andal bahkan ketika sistem operasi (host OS) terkompromikan, serta mengorelasikan sinyal AI dengan telemetri endpoint, jaringan, dan identitas agar agen yang dibajak tidak dapat bergerak secara lateral tanpa terdeteksi.
 
Bersama-sama, TrendAI dan NVIDIA memimpin masa depan AI melalui sistem keamanan proaktif yang dirancang untuk mendorong inovasi sekaligus mengeliminasi risiko.

Source link

About Post Author

Redaksi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Kepala BNPB Dan Kasad Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla Di Kalteng
Next post Biodiversity Credit Dinilai Sia-Sia Jika Perusakan Alam Terus Berlanjut