Genap 5 Tahun, BRIN Hadirkan Riset dan Inovasi yang Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Read Time:2 Minute, 20 Second

TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan komitmennya dalam menghadirkan riset dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat saat memperingati hari jadinya yang ke-5 pada 28 April 2026. Mengusung tema “Inovasi untuk Negeri”, momentum ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran riset sebagai penggerak pembangunan nasional.

Melalui penguatan ekosistem riset yang terintegrasi, BRIN berhasil menghadirkan berbagai solusi berbasis ilmu pengetahuan di bidang pangan, kesehatan, energi, kebencanaan, lingkungan, hingga pemberdayaan UMKM.

Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa lima tahun perjalanan BRIN merupakan fase penting dalam membangun fondasi ekosistem riset nasional yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi. Menurutnya, BRIN hadir untuk memastikan ilmu pengetahuan menjadi penggerak utama pembangunan Indonesia.
 
“BRIN dibangun bukan sekadar sebagai lembaga riset, tetapi sebagai rumah besar inovasi nasional. Dalam lima tahun ini kita telah menata sistem, memperkuat kapasitas, dan memastikan hasil riset semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Arif dalam peringatan lima tahun BRIN (BRIN 5.0) di Jakarta pada Selasa (28/4/2026).
 
Selama lima tahun terakhir, BRIN mencatat berbagai capaian strategis, mulai dari penguatan infrastruktur riset nasional, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi internasional, pengembangan talenta peneliti muda, hingga semakin luasnya kolaborasi dengan perguruan tinggi, industri, pemerintah daerah, dan mitra global.
 
Selain itu, berbagai inovasi BRIN telah memberi manfaat langsung bagi masyarakat, di antaranya teknologi air siap minum (Arsinum), sistem pemantauan kebencanaan berbasis satelit, inovasi benih pertanian unggul, teknologi kesehatan, energi baru terbarukan, hingga pendampingan UMKM berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
 
Arif menegaskan bahwa arah BRIN ke depan adalah mempercepat hilirisasi riset agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium. Riset harus diterjemahkan menjadi produk, kebijakan, dan solusi yang mampu meningkatkan daya saing nasional serta kesejahteraan masyarakat.
 
“Ke depan, riset BRIN harus semakin berdampak. Kita ingin inovasi hadir di sawah petani, di pabrik industri, di layanan kesehatan, di ruang kelas, hingga di wilayah rawan bencana. Itulah makna sesungguhnya inovasi untuk negeri,” tegasnya.
 
Menurut Arif, BRIN juga akan memfokuskan agenda riset pada sektor-sektor prioritas nasional seperti pangan, energi, kesehatan, kebencanaan, transformasi digital, kelautan, serta pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan fondasi ilmu pengetahuan yang kuat.
 
Peringatan BRIN 5.0 diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya penganugerahan penghargaan kekayaan intelektual, penghargaan buku dengan akses dan sitasi terbanyak, penghargaan Unit Kerja RIN/WSWS (Wajib Serah Wajib Simpan) data primer dan hasil riset, penghargaan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), dan lain-lain.

Dalam kesempatan ini, BRIN turut mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan riset dan inovasi sebagai budaya bersama. Menurut Arif, kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat luas.
 
“Lima tahun BRIN adalah awal dari perjalanan panjang. Dengan semangat gotong royong, kita akan melahirkan lebih banyak inovasi karya anak bangsa yang memberi manfaat nyata bagi Indonesia dan dunia,” pungkas Arif.

Source link

About Post Author

Redaksi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Pengoperasian Kapal JHUB Diatur Ketat, KKP Jamin Tak Ganggu Nelayan Tradisional
Next post Panduit Technology Day Indonesia Dorong Infrastruktur Skalabel di Era AI