Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Vegetasi, BNPB Bagikan 2.257 Bibit Pohon di Banda Aceh

Read Time:1 Minute, 56 Second

TechnologyIndonesia.id – Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 menjadi momentum penting bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam memperkuat strategi mitigasi bencana berbasis lingkungan. Tahun ini, kegiatan dipusatkan di Banda Aceh dengan mengusung tema: “Siap untuk Selamat: Membangun Kesadaran, Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan dalam menghadapi Bencana.”

Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, BNPB melakukan penanaman sebanyak 2.257 bibit pohon di sejumlah titik di kota tersebut. Jenis pohon yang ditanam beragam, mulai dari Tabebuya, Mangga, Cemara Laut, Ketapang hingga Jeumpa—tanaman yang dikenal memiliki manfaat ekologis sekaligus estetika.

Penanaman pohon secara simbolis dilakukan di wilayah Simpang Mesra, Kecamatan Syiah Kuala, pada Sabtu (25/4/2025). Penanaman dilakukan oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian bersama Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal serta jajaran Forkopimda.

Rustian menegaskan bahwa keberadaan vegetasi memiliki peran signifikan dalam mengurangi dampak bencana, khususnya banjir dan tsunami.

“Banyak terjadi bencana tsunami dan banjir. Salah satu cara untuk menghambat laju air dan material yang datang adalah dengan adanya pepohonan,” ujar Rustian.

Menurutnya, pengalaman dari bencana banjir dan longsor pada November 2025 di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menunjukkan bahwa daerah dengan tutupan vegetasi yang baik mengalami kerusakan lebih ringan dibandingkan kawasan yang minim pepohonan.

Rustian berharap melalui kegiatan penanaman ini, masyarakat dapat turut berperan aktif melakukan penanaman pohon dan merawatnya. “Harapan kami penanaman pohon ini bisa terus berlanjut, setidaknya satu pohon per tahun per keluarga, agar upaya mitigasi jangka panjang terbangun dari lingkup keluarga dan komunitas,” tuturnya.

Belajar dari Tsunami Aceh 2004

Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengungkap bahwa sejarah membuktikan dengan banyaknya pohon yang ditanam dapat dijadikan tempat berlindung dan mengurangi tekanan arus gelombang tsunami yang terjadi pada tahun 2004.

“Kita ingat betul pohon-pohon ini bagian dari risiko pengurangan bencana, seperti adanya mangrove dan pohon-pohon yang tegak ketika gempa tsunami,” ucap Illiza.

Ia menekankan bahwa langkah sederhana seperti menanam pohon dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang jika dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.

Pelaksanaan penanaman pohon diselenggarakan atas kerjasama BNPB, Pemerintah Kota Banda Aceh, Bank Danamon, Human Initiative, DMC Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, United Tractor dan Caritas Germany.

Rangkaian HKB 2026 akan ditutup dengan simulasi evakuasi mandiri pada Minggu (26/4/2025) pukul 10.00. Kegiatan ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga lainnya.

Source link

About Post Author

Redaksi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Momentum Kebangkitan Nuklir Indonesia, HIMNI Perkuat Peran Lewat MUNAS I
Next post Kartini Smart Energy Class, PLN dan TP PKK DKI Jakarta Dorong Perempuan Melek Energi Cerdas